Lingkar Penelitian SAA: Menguatkan Penulisan Introduction Artikel Ilmiah

Pekanbaru — Program Studi Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau kembali menggelar kegiatan Lingkar Penelitian sebagai bagian dari penguatan budaya akademik dan peningkatan kapasitas riset mahasiswa. Pada pertemuan kali ini, fokus pembahasan diarahkan pada penulisan bagian introduction dalam artikel ilmiah, yang merupakan salah satu komponen krusial dalam karya akademik.

Kegiatan ini menghadirkan Syaif Fadlan Ardani, mahasiswa semester 6 sekaligus Koordinator Lingkar Penelitian, sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa bagian introduction tidak sekadar berfungsi sebagai pembuka, melainkan sebagai fondasi argumentatif yang menentukan arah dan kekuatan keseluruhan artikel ilmiah.

“Introduction harus mampu menjelaskan latar belakang masalah secara jelas, menunjukkan research gap, serta mengarahkan pembaca pada tujuan penelitian secara sistematis,” ujarnya dalam sesi pemaparan.

Lebih lanjut, Syaif menjelaskan beberapa elemen penting dalam penyusunan introduction, di antaranya: pemaparan konteks isu, tinjauan singkat literatur relevan, identifikasi kesenjangan penelitian (gap), serta perumusan pertanyaan atau tujuan penelitian. Ia juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa akademik yang efektif, argumentatif, dan berbasis referensi yang kredibel.

Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa yang mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman dalam menulis karya ilmiah. Beberapa peserta menyoroti tantangan dalam menemukan research gap serta menyusun alur argumentasi yang koheren, yang kemudian dibahas bersama dalam forum.

Kegiatan Lingkar Penelitian ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan akademik, khususnya dalam bidang penulisan ilmiah. Selain itu, forum ini juga mendorong terciptanya kultur riset yang kolaboratif dan berkelanjutan di lingkungan Prodi Studi Agama-Agama.

Melalui kegiatan ini, Prodi SAA menegaskan komitmennya dalam membina mahasiswa agar tidak hanya menjadi konsumen pengetahuan, tetapi juga mampu memproduksi karya ilmiah yang berkualitas dan relevan dengan isu-isu keagamaan kontemporer.

Leave a Reply