Lingkar Literasi SAA: Membaca Bab 3 “Filosofi Teras” dan Mencari Makna Interconnectedness

Pekanbaru — Program Studi Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau kembali menggelar kegiatan Lingkar Literasi sebagai ruang diskusi akademik yang reflektif dan dialogis. Pada pertemuan kali ini, peserta mendalami Bab 3 dari buku Filosofi Teras yang mengangkat tema “Hidup Selaras dengan Alam, Makhluk Sosial, dan Keterkaitan Segala Sesuatu (Interconnectedness)”.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Prodi SAA yang secara aktif terlibat dalam diskusi, berbagi perspektif, serta merefleksikan relevansi gagasan stoisisme dalam konteks kehidupan kontemporer. Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan kritis, dengan penekanan pada bagaimana manusia dapat membangun relasi yang harmonis, baik dengan alam, sesama manusia, maupun dengan dirinya sendiri.

Dalam pembahasan mengenai hidup selaras dengan alam, peserta diajak memahami bahwa manusia merupakan bagian integral dari tatanan kosmik yang lebih luas. Perspektif ini menekankan pentingnya kesadaran ekologis dan sikap menerima realitas sebagai bagian dari keseimbangan hidup. Diskusi ini kemudian berkembang ke dimensi sosial, di mana manusia dipandang sebagai makhluk yang tidak dapat hidup secara individualistik, melainkan selalu berada dalam jejaring relasi sosial yang saling memengaruhi.

Lebih lanjut, konsep interconnectedness atau keterkaitan segala sesuatu menjadi titik refleksi yang mendalam. Peserta menyoroti bahwa setiap tindakan, pemikiran, dan keputusan individu memiliki dampak terhadap lingkungan sosial maupun kultural yang lebih luas. Dalam konteks Studi Agama-Agama, gagasan ini dipandang relevan untuk memahami hubungan antaragama, dialog lintas iman, serta dinamika keberagaman dalam masyarakat.

Kegiatan Lingkar Literasi ini tidak hanya berfungsi sebagai forum membaca dan diskusi, tetapi juga sebagai ruang pembentukan cara berpikir kritis dan reflektif mahasiswa. Melalui pendekatan lintas disiplin, mahasiswa diajak untuk mengaitkan gagasan filosofis dengan realitas sosial-keagamaan yang mereka hadapi sehari-hari.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Prodi Studi Agama-Agama terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang hidup, dialogis, dan kontekstual. Diharapkan, Lingkar Literasi dapat menjadi wadah berkelanjutan bagi mahasiswa untuk mengasah nalar kritis, memperluas wawasan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hidup yang selaras, sosial, dan saling terhubung.

Leave a Reply