Bandung, 21 Agustus 2026 — Program Studi Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau turut berpartisipasi dalam rangkaian agenda tahunan Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) yang meliputi Simposium Studi Agama-Agama Indonesia XIV dan Konferensi Nasional Studi Internasional di Bandung, 19–21 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Hotel Shakti Bandung tersebut mengangkat tema “Religious Studies and Ecological Issues in the Nusantara Manuscript: Past Influence and Future Challenge.” Tema ini menjadi ruang akademik untuk mempertemukan para akademisi, peneliti, dan pengelola Program Studi Studi Agama-Agama dalam mendiskusikan keterkaitan antara kajian agama, manuskrip Nusantara, kearifan lokal, serta persoalan ekologis yang dihadapi masyarakat kontemporer.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Khotimah, M.Ag., Suheri, S.Ag., M.A., dan Maftukha, S.Ag., M.A., dosen Program Studi Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau, mengikuti seluruh rangkaian agenda sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik sekaligus representasi Program Studi SAA dalam jejaring akademik nasional.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Opening Ceremony yang dihadiri oleh rektor dan akademisi UIN Sunan Gunung Djati Bandung serta pengurus ASAI. Agenda kemudian dilanjutkan dengan Seminar Sesi I: Studi Agama-Agama dan Isu-Isu Ekoteologis. Pembahasan pada sesi ini menegaskan pentingnya memperluas perspektif Studi Agama-Agama dalam membaca persoalan lingkungan dan relasi manusia dengan alam.
Salah satu agenda yang menarik perhatian dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah penanaman pohon di lingkungan Gedung Bodas UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kegiatan ini menjadi simbol sekaligus praktik nyata dari upaya mempertemukan refleksi keagamaan dengan kepedulian ekologis.
Pada malam harinya, peserta mengikuti Seminar Sesi II mengenai Pengelolaan Jurnal sekaligus Launching Jurnal ASAI. Agenda tersebut memberikan ruang bagi para pengelola program studi dan akademisi untuk berbagi pengalaman mengenai pengembangan publikasi ilmiah dan penguatan ekosistem riset dalam bidang Studi Agama-Agama.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada Kamis, 20 Agustus 2026 melalui Konferensi Internasional, seminar panel, serta pembahasan dalam Komisi I, II, dan III. Selain aspek akademik, salah satu agenda penting yang menjadi perhatian Program Studi SAA adalah penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Diskusi mengenai OBE menjadi momentum penting untuk saling bertukar pengalaman terkait pengembangan kurikulum, capaian pembelajaran, profil lulusan, serta strategi penguatan mutu program studi. Bagi Program Studi SAA UIN Sultan Syarif Kasim Riau, agenda tersebut menjadi sumber masukan dalam proses pengembangan dan evaluasi kurikulum agar semakin relevan dengan perkembangan keilmuan dan kebutuhan masyarakat.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan Sidang Pleno yang memaparkan hasil pembahasan masing-masing komisi serta Sharing Session mengenai perkembangan ASAI selama satu tahun, program kerja ke depan, dan pengalaman pengelolaan Program Studi Studi Agama-Agama di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ditutup melalui Closing Ceremony dan laporan Ketua ASAI.
Keikutsertaan Program Studi SAA UIN Sultan Syarif Kasim Riau dalam kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat jejaring akademik dengan Program Studi Studi Agama-Agama dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Interaksi dan diskusi yang berlangsung membuka peluang bagi pengembangan kolaborasi dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, seminar, pertukaran narasumber, maupun kegiatan akademik lainnya.
Dr. Khotimah, M.Ag., menyampaikan bahwa keterlibatan dalam forum ASAI memiliki arti penting bagi pengembangan Program Studi Studi Agama-Agama, terutama dalam menghadapi tuntutan pengembangan keilmuan dan mutu pendidikan tinggi.
“Forum seperti ASAI bukan hanya menjadi ruang untuk mengikuti perkembangan kajian Studi Agama-Agama, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun jejaring dan berbagi pengalaman mengenai bagaimana program studi dapat terus berkembang, baik dalam aspek kurikulum, riset, publikasi, maupun kerja sama akademik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa isu ekologis yang menjadi salah satu fokus utama kegiatan juga memiliki relevansi kuat dengan perkembangan Studi Agama-Agama saat ini.
“Pembahasan mengenai agama dan ekologi menunjukkan bahwa Studi Agama-Agama perlu terus berdialog dengan persoalan-persoalan aktual masyarakat. Nilai keagamaan, kearifan lokal, dan pengetahuan yang terdapat dalam tradisi Nusantara dapat menjadi sumber penting untuk membangun perspektif yang lebih berkelanjutan terhadap relasi manusia dan lingkungan,” lanjutnya.
Partisipasi dalam kegiatan ASAI tersebut diharapkan tidak berhenti pada keikutsertaan dalam forum akademik, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui penguatan kurikulum, pengembangan penelitian dan publikasi, serta kolaborasi akademik antara Program Studi SAA UIN Sultan Syarif Kasim Riau dengan berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam ASAI.
Ke depan, jejaring yang telah terbangun diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret, antara lain melalui joint research, joint publication, pertukaran dosen atau narasumber, seminar bersama, serta berbagai program akademik yang mendukung peningkatan mutu dan reputasi Program Studi Studi Agama-Agama.









