Pekanbaru, 15 April 2026 — Program Studi Studi Agama-Agama (SAA), Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau menggelar Focus Group Discussion (FGD) Paralel dalam rangka pembahasan visi dan misi Prodi untuk periode 2026–2029. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses perumusan arah strategis pengembangan prodi ke depan.
FGD yang berlangsung dalam suasana akademik yang dialogis ini melibatkan berbagai unsur penting, mulai dari pimpinan fakultas, dosen, stakeholder, alumni, hingga mahasiswa. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur pimpinan fakultas, di antaranya Drs. Iskandar Arnel, M.A., Ph.D., serta Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Ushuluddin, Rinayeni, S.Sos. Turut hadir Ketua Program Studi SAA, Dr. Khotimah, M.A., bersama jajaran dosen Prodi SAA seperti Dr. Alpizar, M.Si., Dr. Salmaini Yeli, M.A., H. Abd. Ghofur, M.Ag., dan Suheri, M.A.
Kegiatan ini juga melibatkan stakeholder eksternal, di antaranya Drs. Taslim Prawira perwakilan FKUB Kota Pekanbaru, serta alumni Prodi SAA seperti Mawardi, S.Ag., Nasihul Amin, S.Ag., Amir, S.Ag., dan Anisa Darma Yanti, M.Ag. Perwakilan mahasiswa juga turut hadir sebagai bagian dari partisipasi aktif civitas akademika dalam proses perumusan kebijakan akademik.
Dalam pengantarnya, moderator menyampaikan bahwa FGD ini diharapkan menjadi ruang diskusi yang konstruktif, inklusif, dan reflektif dalam merumuskan visi-misi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Semangat kolaboratif antar unsur menjadi kunci dalam memastikan bahwa arah pengembangan Prodi Studi Agama-Agama tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pada sesi inti, Ketua Prodi SAA, Dr. Khotimah, M.A., memaparkan draft visi dan misi yang akan menjadi dasar pengembangan program studi ke depan. Paparan tersebut kemudian didiskusikan secara terbuka oleh seluruh peserta, yang memberikan berbagai masukan strategis, baik dari perspektif akademik, kebutuhan stakeholder, pengalaman alumni, maupun dinamika mahasiswa.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan yang memperkaya rumusan visi-misi, khususnya dalam memperkuat posisi Prodi Studi Agama-Agama sebagai bidang kajian yang integratif, responsif terhadap isu-isu keagamaan kontemporer, serta berkontribusi dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadaban.
Melalui kegiatan ini, Prodi Studi Agama-Agama menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kualitas akademik dan relevansi keilmuan, dengan melibatkan berbagai pihak dalam proses perumusan arah kebijakan. Hasil FGD ini diharapkan menjadi landasan strategis dalam mewujudkan Prodi SAA yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.








