Pada dasarnya gerakan keagamaan ini muncul dapat sebagai pemberontakan terhadap institusi agama yang tidak memberikan jawaban baru atas pertanyaan manusia yang ikut serta dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (modernitas). Pemberontakan ini bisa dilakukan dengan mendirikan agama/aliran tandingan yang melawan agama asli (bidaah), mengadakan sinkretis atas ajaran agama-agama, atau mencari jawaban baru dengan mendirikan aliran spiritualitas baru. Marak munculnya gerakan-gerakan keagamaan yang baru (a new religious movement), membuat kita bertanya-tanya apakah institusi agama sudah tidak relevan lagi bagi kehidupan individu. Jawaban awal yang diberikan mungkin saja adalah bahwa hal ini terkait erat dengan perubahan sosial dalam masyarakat dan agama, seperti radikalisme, fundamentalisme, sekularisasi, dan perubahan sosial (sosial change) lainnya. Akibat perubahan dan pergerakan sosial (social movement) yang begitu cepat, pola pandang masyarakat terhadapa agama pun turut berubah.
| Waktu | Tempat | Ruang | Masa Perkuliahan | Dosen |
|---|---|---|---|---|
| 9:00am – 11:00am | FU | February, 2026 – June, 2026 | Maftukha, S.Ag., M.A. |